Stok: Tersedia!!!
Lewat puisi, para pendidik di madrasah mengajarkan kepada kita bahwa dinamika kehidupan lebih banyak ditentukan oleh perempuan. Sederet kata di buku ini adalah pengingat agar siapa pun tak menyepelekan perempuan.
Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama RI
***
Tak akan pernah habis kata untuk mengisahkan tentang sosok perempuan, tak akan pernah selesai cara untuk menggambarkan seorang perempuan, hanya rasa cinta yang sanggup mewakili seluruh dendang dan puji puja baginya, maka membaca reportoar perempuan adalah menghirup kesegaran nafas bagi denyut jantung yg selalu hidup. Perempuan, cinta dan keindahan yang sempurna.
Evi Idawati
Penulis buku 9 Kubah, Ketua Imagination Space of Art and Culture, Sastrawan Indonesia. Ia juga mendirikan Sekolah Puisi Evi Idawati, sebuah lembaga nirlaba yang memperkenalkan puisi kepada anak-anak dan remaja. Saat ini Evi tinggal di Yogyakarta
***
Perempuan dan perannya ibarat repertoar yang selalu siap tampil dalam panggung kehidupan umat manusia. Kehadirannya akan selalu memberi warna dan nuansa tersendiri. Terkadang, warna tersebut terlihat jelas dan membuat kita berdecak kagum. Namun, acap pula kita rasakan sebagai sebuah kelaziman tanpa terlintas betapa itu luar biasa. Tentulah berbicara tentang perempuan, tak akan ada habisnya. Kita bagaikan menyibak samudera kehidupan yang tak pernah kering dan penuh misteri.
Hal menarik manakala misteri perempuan itu digambarkan dalam 90 puisi yang ditulis oleh guru madrasah yang tergabung dalam Pergumapi (Perkumpulan Guru Madrasah Penulis). Dalam puisi-puisi ini, perempuan tidak saja digambarkan sebagai seorang yang lemah lembut, akan tetapi juga sebagai manusia tangguh sekaligus manusia terombang-ambing dalam menghadapi kerasnya hidup.
Membaca satu per satu puisi dalam buku ini seolah sedang merenangi samudra dan tiba-tiba berada di taman bawah laut yang baru kita mengerti keunikannya. Lebih dari itu semua, para penulis antologi ini adalah “orang tua” bagi generasi Indonesia yang akan datang. Di tangannya repertoar kehidupan tersimpan. Dari tangan dinginnya, tentu saja akan terpilih senandung indah masa depan Indonesia.
Siska Yuniati
Ketua Perkumpulan Guru Madrasah Penulis
Stok: Tersedia!!!

